Seperti yang kita ketahui ,...
Pendidikan di Indonesia sudah mewajibkan wajib belajar 9 tahun ,.
akan tetapi realisasinya tak seperti yang di harapkan
hanya masyarakat perkotaan saja yang mendapatkan kemudahan tersebut ,..
Fakta membuktikan malah pendidikan di pedesaan Justru tingkat SD dan SMP masih membayar SPP ,. mirisnya ,.... ini adalah tanda bahwa bantuan ini tidak terlaksana dengan baik
yang akan saya bahas disini yakni dengan kebujakan pemerintah kota surabaya yang membuat Kebijakan Wajib Belajar 12 tahun , Sungguh bagus sekali ,.
Akan tetapi di balik kebijakan yang W O W ini terselip Kebijakan yang terlalu meurut saya karepe dewe ,. Pemkot mengharuskan hanya siswa yang mempunya KSK dan AKTA kelahiran di Surabaya yang hanya dapat memasuki SDN , SMPN , SMAN ,.
yang tak mempunyai persyaratan seperti yang disebutkan di atas maka hanya dapat sekolah di Sekolah Swasta
Sekarang Bayangkan Siswa siswa yang Pandai , rajin hanya karena tidak memiliki persyaratan di atas tidak dapat melanjutkan ke sekolah yang terbaik ,.
Kenapa Pendidikan harus dibatasi dengan hal yang menurut saya Sepele ,. tentu ini melanggar HAM
Lalu Jangan salahkan kalau generasi kita selanjutnya ,. Siswa siswi yang TIDAK BERKUALITAS yang masuk ke dalam sekolah Negeri
Apa tak pernah berfikir bagaimana nasib siswa yang pandai ,dan tidak mampu harus masuk ke sekolah swasta .
Pemerintah harus mengkaji ulang peraturan ini , karena saya merasakan dampaknya , walau saya dulu sekolah di SMAN yang tergolong Favourite tapi Siswa baru banyak yang tidak berkualitas ,. dan terbukti pada nilai ulangan mereka yang tidak memenuhi standart.
Sabtu, 30 November 2013
Hak Asasi Manusia - Pendidikan tidak harus dibatasi
Label:
Kewarganegaraan
Saya Aini Latifatun Zahra
Sekarang sedang menempuh Pendidikan S1 di UINSA Surabaya
dulu sekolah di SMA Negeri 4 Surabaya .
Fb : Ainizahra68@yahoo.com
Selasa, 26 November 2013
Refrensi Wisata Hunting Foto di Gresik
Hai guys,...
Ini neh , pengalaman ku jalan" di gresik
Ternyata asikk loh di gresik gak cuma ada wisata religi ajah tp banyak tempat menarik
Cocok neh yang suka hunting kayak aku :D
Apalgi cari wisata yang gratis .,......
Yang pertam ini Telaga NGIPIK , lokasinya di dalam kawasan Industri Petrokimia Gresik
Lumayan terkenal sih tapi belum banyak yang tau .
tempatnya bagus ,.. tapi sayang banyak orang pacaran jadi saya yang JOMBLO jadi ngenes hihihi
disini juga banyak orang mancing loh jadi seruu haha bawa pancing juga ,
Kapan lagi dapet ikan GRATIS hahah ,..........
tapi sangat disayangkan disini banyak sampah yang berserakan gituh
Yang Kedua yaitu
MANGROVE Gresik ,...
Hei Gresik juga punya mangrove loh ternyata hahah
Gak cuma surabaya ajah ,.. tapi menurutku bagus di surabaya hehehe
Sayangx di surabaya udah pasaran banget kalau lo lo pada ke surabaya , kalau di gresik masih jarang kesini jadi gak akan ada yang tau kamu foto dimana ,.. hhehehe
Ini Sedikit fotonya ... jalan" disana juga bagus loh ,... Tapi gak sempat banyak foto" karena Hujan , hehehe
Lokasinya lmyan sih klu dari ngipik tadi ,.. sekitar 30 menitan gituh '
setelah dari magrove puas liat air ,... sambil perjalanan Pulang kita mampir nih yang cuma ada 1
yaitu MENARA EIFFEL versi gresik punya ,.... hahahah eiffelnya lucu banget unyu" kecil gt nih
Nah itu sebagian foto" narsis saya hahahahaha :D
Tapi nice kan :)
yuk cobain .
Ini neh , pengalaman ku jalan" di gresik
Ternyata asikk loh di gresik gak cuma ada wisata religi ajah tp banyak tempat menarik
Cocok neh yang suka hunting kayak aku :D
Apalgi cari wisata yang gratis .,......
Yang pertam ini Telaga NGIPIK , lokasinya di dalam kawasan Industri Petrokimia Gresik
Lumayan terkenal sih tapi belum banyak yang tau .
tempatnya bagus ,.. tapi sayang banyak orang pacaran jadi saya yang JOMBLO jadi ngenes hihihi
disini juga banyak orang mancing loh jadi seruu haha bawa pancing juga ,
Kapan lagi dapet ikan GRATIS hahah ,..........
tapi sangat disayangkan disini banyak sampah yang berserakan gituh
Yang Kedua yaitu
MANGROVE Gresik ,...
Hei Gresik juga punya mangrove loh ternyata hahah
Gak cuma surabaya ajah ,.. tapi menurutku bagus di surabaya hehehe
Sayangx di surabaya udah pasaran banget kalau lo lo pada ke surabaya , kalau di gresik masih jarang kesini jadi gak akan ada yang tau kamu foto dimana ,.. hhehehe
Ini Sedikit fotonya ... jalan" disana juga bagus loh ,... Tapi gak sempat banyak foto" karena Hujan , hehehe
Lokasinya lmyan sih klu dari ngipik tadi ,.. sekitar 30 menitan gituh '
setelah dari magrove puas liat air ,... sambil perjalanan Pulang kita mampir nih yang cuma ada 1
yaitu MENARA EIFFEL versi gresik punya ,.... hahahah eiffelnya lucu banget unyu" kecil gt nih
Nah itu sebagian foto" narsis saya hahahahaha :D
Tapi nice kan :)
yuk cobain .
Label:
Referensi
Saya Aini Latifatun Zahra
Sekarang sedang menempuh Pendidikan S1 di UINSA Surabaya
dulu sekolah di SMA Negeri 4 Surabaya .
Fb : Ainizahra68@yahoo.com
Otonomi daerah - BUMD Expo di Jatim Expo surabaya
Badan Usaha Milik Daerah memiliki potensi besar untuk menjadi pilar dalam memperkuat perekonomian daerah, tetapi upaya peningkatan profesionalisme perusahaan daerah masih terkendala sumber daya manusia pengelolanya.
karena sebagian daerah masih menganggap perusahaan daerah sebagai "tempat parkir" pegawai yang bermasalah atau akan pensiun.
harusnya pemerintah pusat terus berupaya mendorong pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerja BUMD melalui pengelolaan yang profesional agar bisa menjadi jawara regional. Bagaimana BUMD ke depan bisa mandiri dan tidak lagi membebani keuangan daerah
Sementara itu, ajang BUMD Expo 2013 yang rencananya dibuka Menko Perekonomian Hatta Rajasa, diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, seperti Jatim, Jateng, Jabar, DKI Jakarta, dan beberapa daerah di Sumatera, Kalimantan, serta Sulawesi.
Selain pameran, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan BKS BUMD juga diisi dengan seminar dan workshop yang membahas sejumlah materi tentang peran BUMD dalam mendukung perekonomian daerah.
Rangkaian kegiatan BUMD Expo dan Business Gathering tersebut akan ditutup dengan penganugerahan "Otonomi Award 2013" oleh JPIP kepada sejumlah daerah berprestasi, yang rencananya dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Pameran yang menjadi agenda tahunan APKASI ini memamerkan produk unggulan setiap daerah. Serta menjadi forum bisnis dan mendorong pertumbuhan dan peningkatan ekonomi di daerah.
Ini juga sebagai motivasi untuk pemerintah daerah agar lebih meningkatkan lagi di daerahnya masing masing
Label:
Kewarganegaraan
Saya Aini Latifatun Zahra
Sekarang sedang menempuh Pendidikan S1 di UINSA Surabaya
dulu sekolah di SMA Negeri 4 Surabaya .
Fb : Ainizahra68@yahoo.com
Minggu, 03 November 2013
Kependudukan
Manado, Swarasulut – 8000 orang yang saat ini bermukim di Sulawesi Utara adalah Stateless atau tak memiliki kewarganegaraan yang jelas. Angka yang mencengangkan ini, di beber Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Drs Carlo Tewu dihadapan rapat kerja Komisi I DPRD Sulut dan Jajaran Polda Sulut Senin (24/01/2011). Menurut Tewu, saat ini warga yang dikategorikan Stateless sangat membutuhkan perhatian serius pemerintah, sebab menyangkut kepastian hukum dan status tinggal di wilayah Indonesia. “Ini harus dicarikan solusi oleh pemerintah,”kata Tewu.
Ketua Komisi I Jhon Dumais kepada wartawan situs mengatakan pihaknya akan menyampaikan permasalahan tersebut ke pemerintah, agar segera dicarikan solusi terbaik mengingat 8000 orang ini merupakan potensi sekaligus ancamaan terhadap Kamtibmas. “Kami berterima kasih kepada kapolda Sulut atas data yang telah diberikan, dan kami akan melakukan pembahasan guna memberikan rekomendasi kepada pemerintah, terhadap langkah-langkah yang nantinya diambil sebagai solusi terhadap ribuan orang yang kehilangan kawarganegaraan, apakah diterima sebagai warga Negara Indonesia (WNI) atau diberikan status yang nantinya dipikirkan secara bersama-sama
Perkawinan campuran telah merambah ke-seluruh pelosok Tanah Air dan kelas masyarakat. Globalisasi informasi, ekonomi, pendidikan, dan transportasi telah menggugurkan stigma bahwa kawin campur adalah perkawinan antara ekspatriat kaya dan orang Indonesia. Menurut survey yang dilakukan oleh Mixed Couple Club, jalur perkenalan yang membawa pasangan berbeda kewarganegaraan menikah antara lain adalah perkenalan melalui internet, kemudian bekas teman kerja/bisnis, berkenalan saat berlibur, bekas teman sekolah/kuliah, dan sahabat pena. Perkawinan campur juga terjadi pada tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja dari negara lain. Dengan banyak terjadinya perkawinan campur di Indonesia sudah seharusnya perlindungan hukum dalam perkawinan campuran ini diakomodir dengan baik dalam perundang-undangan di indonesia.
Ketua Komisi I Jhon Dumais kepada wartawan situs mengatakan pihaknya akan menyampaikan permasalahan tersebut ke pemerintah, agar segera dicarikan solusi terbaik mengingat 8000 orang ini merupakan potensi sekaligus ancamaan terhadap Kamtibmas. “Kami berterima kasih kepada kapolda Sulut atas data yang telah diberikan, dan kami akan melakukan pembahasan guna memberikan rekomendasi kepada pemerintah, terhadap langkah-langkah yang nantinya diambil sebagai solusi terhadap ribuan orang yang kehilangan kawarganegaraan, apakah diterima sebagai warga Negara Indonesia (WNI) atau diberikan status yang nantinya dipikirkan secara bersama-sama
Perkawinan campuran telah merambah ke-seluruh pelosok Tanah Air dan kelas masyarakat. Globalisasi informasi, ekonomi, pendidikan, dan transportasi telah menggugurkan stigma bahwa kawin campur adalah perkawinan antara ekspatriat kaya dan orang Indonesia. Menurut survey yang dilakukan oleh Mixed Couple Club, jalur perkenalan yang membawa pasangan berbeda kewarganegaraan menikah antara lain adalah perkenalan melalui internet, kemudian bekas teman kerja/bisnis, berkenalan saat berlibur, bekas teman sekolah/kuliah, dan sahabat pena. Perkawinan campur juga terjadi pada tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja dari negara lain. Dengan banyak terjadinya perkawinan campur di Indonesia sudah seharusnya perlindungan hukum dalam perkawinan campuran ini diakomodir dengan baik dalam perundang-undangan di indonesia.
Label:
Kewarganegaraan
Saya Aini Latifatun Zahra
Sekarang sedang menempuh Pendidikan S1 di UINSA Surabaya
dulu sekolah di SMA Negeri 4 Surabaya .
Fb : Ainizahra68@yahoo.com
Islam dan Demokrasi
Islam merupakan agama yang rahmatan lil 'alamin, sebagai
rahmat bagi seluruh alam semesta.
Dan pada saat sekarang ini, dimana masyarakat telah dan akan
selalu mengalami perubahan baik berupa perubahan tatanan sosial, politik,
budaya, ekonomi dan lain sebagainya
Diantara masalah-masalah kontemporer yang sering
diperbincangkan orang dan pemah ditanyakan adalah masalah demokrasi dengan Islam,
Karena ada sebagian
aktivis Muslim dengan mengatakan bahwa demokrasi adalah berlawanan karena
demokrasi adalah pemerintahan rakyat terhadap rakyat, padahal menurut mereka
rakyat bukanlah pihak yang memerintah, tetapi hanya Allah-lah yang memerintah
dan memutuskan.
bahwa
sungguh aneh apabila sebagian orang menyatakan bahwa demokrasi adalah suatu
kemungkaran dan kekafiran yang nyata, padahal mereka belum, bahkan tidak
mengetahui persis hakekat dan esensi demokrasi. Dan mereka hanya mengetahui
kulit luarnya saja .
Persoalan ini betul-betul memerlukan penjelasan yang tuntas
dan tegas dari "ulama moderat" yang tidak ekstrim dan tidak pula
lalai. . . . . .. .
Islam dan demokrasi tidak dapat diperbandingkan dalam level
yang setingkat. Artinya, Islam sebagai kekuatan politik tidak dapat dilihat
dengan mengesampingkan aspek-aspek keagamaan
Dalam hal ini, demokrasi hanyalah bagian kecil dari sistem
kepercayaan dalam Islam,
Kalau demikian, artinya tidak ada basis pijakan yang mutlak
wajib dipakai sebagai penentu kajian relasi antara Islam dan demokrasi.
Dari uraian tersebut di atas, dapatlah dilihat bahwa
sebenamya potensi pertentangan antara Islam dan demokrasi terletak pada
bagaimana kedua substansi itu ditafsirkan. Tentu saja tidak dapat disangkal
bahwa menyebut Islam berarti menunjukkan unsur teologis, sedangkan menyebut
demokrasi (sebagai istilah umum tanpa atribut Barat atau pun Islam)
Dapat dikatakan bahwa perkembangan demokrasi di Indonesia
bergantung pada solidaritas Islam. Akan tetapi, peran ini tidak akan efektif
selama Islam tidak membuka dialog dengan kekuatan politik lainnya. Karena itu,
Islam tetap dituntut menjadi Islam yang demokratis.
Untuk itu tak perlu kita meributkan masalah ini .
Label:
Kewarganegaraan
Saya Aini Latifatun Zahra
Sekarang sedang menempuh Pendidikan S1 di UINSA Surabaya
dulu sekolah di SMA Negeri 4 Surabaya .
Fb : Ainizahra68@yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)


