Blogger Widgets Aini Latifatun Zahro : Makalah Rendah Hati, santun , ikhlas

Halaman

Rabu, 07 Januari 2015

Makalah Rendah Hati, santun , ikhlas


AKIDAH AKHLAK MI
“ Rendah Hati , Santun, Ikhlas “



























Dosen         : Uswatun Hasanah, M.Pd.I
Nama           : Aini Latifatun Zahro
NIM              : D77213053
Kelas           : PGMI 2C





PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
                                               2014        


Rendah Hati

1.    Pengertian

Rendah hati dalam bahasa arab adalah tawadu’ yaitu orang yang menghargai orang lain, ia berkata dengan lemah lembut dan mudah mamaafkan orang lain lawan dari sifat rendah hati adalah tinggi hati atau sombong atau congkak. Rendah hati merupakan sifat terpuji. Sifat rendah hati dikenal juga dengan istilah tawadu’.
Rendah hati adalah sikap atau perbuatan yang tidak menyombongkan diri.Rendah hati berbeda dengan rendah diri. Rendah diri berarti minder atau tidak memiliki rasa percaya diri karena merasa mempunyai kekurangan. Sikap rendah diri harus dihindari. Sedangkan sikap rendah hati harus kita biasakan. [1]

2.    Ciri – ciri rendah hati
·               Tidak pernah memandang rendah orang lain
·               orang yang rendah hati selalu menghormati orang lain dimanapun dan kapanpun dia berada
·               Tidak pernah membeda-bedakan teman. Ia tidak memilih-milih teman antara yang kaya, pintar, ataupun yang kurang mampu.
·               memandang bahwa orang lain sebagai ciptaan Tuhan memiliki keunikan dan keistimewaan, sehingga dia senantiasa membuat orang lain merasa penting.
·               Orang yang Rendah hati akan membahagiakan hati sesama
·               mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain.
·               senantiasa berani mengakui kesalahan dan meminta maaf jika melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan orang lain.
·               Dia dapat menyesuaikan kondisi emosi dan egonya untuk menempati kondisi emosi dan ego teman bicaranya sehingga sang teman merasa didengarkan dan dihargai
·               Mengutamakan kepentingan yang lebih besar[2]

Adapun kebiasaan menumbuhkan sikap rendah hati adalah:
a.Ingatlah bahwa yang berhak memiliki sikap sombong adalah Allah SWT
b.Tanamkan dalam diri kita bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama dihadapan Allah
c.Ingatlah bahwa syurga tidak tidak diperuntukkan bagi orang yang sombong
d.Ingatlah bahwaorang sombong akan menjadi teman iblis di neraka
e.Seorang yang memilki sikap rendah hati akan memilki banyak teman
f.Perbanyaklah membaca kisah kehidupan rasululloh agar tahu bagaimana akhlaq beliau dalam bergaul.[3]
3. Dalil dan Hadits tentang Rendah hati
 

Artinya :  Abu Hurairah RAA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan berkurang harta seseorang dengan bershadaqah, tidak akan bertambah maaf dari Allah pada seorang hamba kecuali kemuliaan, dan tidak ada sikap rendah hati seseorang pada Allah kecuali akan ditinggikan derajatnya” (HR Muslim).[4]


و مأ تو أ ضح ا حد الله الا ر فعه الله......
Artinya : .... dan tidaklah orang tawadu’ karena allah kecuali pasti diangkat derajadnya oleh Allah.(HR.Muslim)[5]
SANTUN
1.    Pengertian
Manusia adalah makhluq bermasyarakat yang tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Sopan-santun merupakan sifat mulia yang dapat menimbulkan rasa tenang dan hangat.
Santun artinya halus budi pekertinya. Santun merupakan akhlak terpuji. Orang yang santun disebun penyantun.  Contoh perbuatan santun, antara lain apabila bertemu orang yang lebih tua menyapa dengan hormat, tidak berbicara kasar kepada orang lain, tidak suka melawan orang tia, dan patuh kepada guru. Kebalikan sifat sopan santun adalah sifat kurang ajar. Orang yang memiliki sifat kurang ajar akan dijauhi teman dan orang lain. Contoh perbuatan kurang ajar , antara lain: suka berbicara kasar, tidak menghormati orang tua, dan tidak mematuhi guru.[6]

2.   Ciri – ciri sifat santun

Orang-orang yang memiliki sifat santun :
·               prilakunya akan halus, tutur katanya lemah lembut
·               tidak pernah menyakiti orang lain.
·               menjaga kesopanan dalam pergaulan sehari-hari.
·               Orang yang santun berarti dia tahu akan adab kesopanan
·               Orang yang santun tidak berbicara kasar pada orang lain, tidak suka membantah perintah dari orang tua, patuh kepada guru dan sebagainya.[7]

Jika terbiasa bersikap santun dalam pergaulan sehari-hari, kita akan memiliki banyak teman dan disukai orang lain.orang lain akan menyebut kita sebagai anak yang baik dan berbudi pekerti luhur.
Orang yang santun disegani/dihormati banyak orang karena perilaku yang halus, tutur kata lemah-lembut dan tidak pernah menyakiti hati orang lain. [8]


3.    Dalil dan Hadits tentang Santun
 

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

(Artinya: “Dan sederhanalah di dalam berjalan serta rendahkan suaramu. Karena seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”) (Luqman: 19)


 

إن فيك خصلتين يحبهما الله: الحلم والأناة”.(رواه مسلم

Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang dicintai ALLAH. Santun dan berhati-hati.” (HR; Muslim)


 

يا عائشة، إن الله رفيق يحب الرفق في الأمر كله  ( متفق عليه

“Ya, Aisyah. Sesungguhnya ALLAH bersifat Lemah-Lembut, menyukai kelemahlembutan di dalam segala perkara.” (Muttafaqun Alaih) [9]




IKHLAS
1.    Pengertian

Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal. Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.[10]
Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti.
Ikhlas berarti melakukan suatu amalan semata-mata karena iman kepada Allah dan mengharap keridhoan-Nya. Orang yang beramal dengan ikhlas, ia tidak mengharapkan balasan. Dia berbuat dan beramal karena Allah. Contohnya, dia memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tidak ada maksud lain dalam hati. Dia tidak suka memamerkannya kepada orang lain, tidak merasa megah, tidak sombong, dan tidak memerlukan pujian. [11]

2.    Ciri – ciri orang ikhlas
  •  Orang yang ikhlas adalah orang yang selalu berbuat dan beramal karena perintah Allah Subhanahu Wa  Ta ‘ala.
  • .Orang yang beramal dengan ikhlas  berarti tidak mengharap balasan dari orang lain.
  • Ikhlas yaitu melakukan suatu amalan semata-mata karena iman kepada Allah Subhanahu Wa  Ta ‘ala dan mengharapkan ridho-Nya.
  • Ikhlas itu menjadi syarat diterimanya amal ibadah. Artinya ibadah tanpa didasari niat yang ikhlas, maka ibadahnya sia-sia karena tidak akan mendapat pahala dari Allah.[12]


3.   Manfaat dan Keutamaan Ikhlas

1. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram
2. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah SWT.
3. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
4. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT.
5. Doa kita akan diijabah.
6. Dekat dengan pertolongan Allah.
7. Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
8. Akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari kiamat.
9. Allah SWT akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
10. Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid
11. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
12. Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT)[13]

4.    Dalil dan Hadits tentang ikhlas

 


وَمأ اُ مِرُوْااِلَّا ِلَيَعْبُدُوْا الله مُخْلِصِيْنَ لَهُ ا لدِّ يْبَ
   Artinya : Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ihklas dan menaati-Nya semata-mata hanya karena menjalankan agama.   ( QS alBayyinah 5)[14]



 

اِنَّ ا للهُ عَزُّ و جَلَّ لَا يَقْبَلُ مِنَ اْلَعَمَلِ اِ لَّا مَا كاَ نَ لَهُ خَا لِصًا وَا بْتُغِيَ بِهِ وَ جْهَه

Artinya : Allah Azza wa Jalla tidak menerima suatu amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas demi mencari keridhaan-Nya (HR Abu Dawud dan Nasa’i)[15]


[1] Moh Fauzi, Akidah Akhlak. (Sidoarjo: Media Ilmu, 2008) hal 23
[2] Ebook.co.id/Indonesia/akidah-akhlak-4
[3] Ibid.,
[4] Anwar Masy’ari, Akhlak AliQure’an. (Surabaya: PT Bina ilmu) hal 118
[5] Moh Fauzi, Akidah Akhlak. (Sidoarjo: Media Ilmu, 2008) hal 24
[6] Moh Fauzi, Akidah Akhlak. (Sidoarjo: Media Ilmu, 2008) hal 25
[7] Abdul rochim, Menjadi Insan Kamil. (Jakarta: Seyma media 2005) hal 126
[8] Abdul Fatah, Kehidupan manusia ditengah-tengah alam materi. ( Jakarta: PT. Rineka cipta,1995) hal 111

[10] Moh Fauzi, Akidah Akhlak. (Sidoarjo: Media Ilmu, 2008) hal 26
[11] Moh Amin, Sepuluh Induk Akhlak Terpuji. (Jakarta: Kalam Mulia, 1997) hal 15
[12] Anwar Masy’ari, Akhlak AliQure’an. (Surabaya: PT Bina ilmu) hal 120
[13] Kahar Masyhur, Membina moral dan akhlak.(Jakarta: PT Rineka Cipta, 1994) hal 399
[14] Moh Fauzi, Akidah Akhlak. (Sidoarjo: Media Ilmu, 2008) hal 26
[15] Moh Amin, Sepuluh Induk Akhlak Terpuji. (Jakarta: Kalam Mulia, 1997) hal 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar